Keluarga Bahagia

Sabtu, 19 Maret 2011

TUHAN, ARSITEKTUR YANG ULUNG

Kehadiran anda di dunia ini bukan kebetulan. Anda dirancang sedemikian rupa oleh Seorang Arsitektur yang Ulung. Anda ditentukan sebelumnya oleh Perancang. Anda diatur sedemikian rupa oleh Perancang. Demikian juga anda difasilitasi oleh Sang Arsitektur dengan dunia anda, pelayanan anda, pekerjaan anda, Istri atau suami anda serta apa saja yang anda perlukan dalam hidup anda.

1. DUNIA PERTAMA: "MERANCANG ANDA"

TUHAN sebagai Arsitektur yang Ulung, anda mulai dirancang dari dunia pertama
a. Tentang pembentukan fisik dan non-fisik dari dunia kedua yaitu dari dalam kandungan ibu. Merancang kehidupan anda. Merancang dunia anda atau ruang gerak anda.
b. TUHAN merancang kehidupan dan kematian (umur), pekerjaan dan ruang gerak (dunia) anda di dunia ketiga yaitu dunia fisik atau dunia geografis.
c. TUHAN merancang kehidupan setelah kematian. Merancang suatu dunia yang penuh dengan susu dan madu (surga).

2. DUNIA KEDUA: "MULAI MEMBENTUK ANDA"

Mimpi-Nya mulai diwujudkan oleh TUHAN melalui tindakan nyata di lapangan. Sang Arsitektur yaitu TUHAN mulai menaru anda yang dirancang di dalam benak TUHAN di dalam kandungan ibu anda, membentuk fisik dan non-fisik dari dunia kedua yaitu dari dalam kandungan ibu. Memberikan kehidupan anda. Memberikan dunia anda atau ruang gerak anda.

3. DUNIA KETIGA: "IMPIAN MENJADI KENYATAAN"

TUHAN memberikan kehidupan dan kematian (umur), pekerjaan dan ruang gerak (dunia) anda di dunia ketiga yaitu dunia fisik atau dunia geografis sudah, sedang dan akan dikaruniakan-Nya.Sungguhpun demikian untuk mendapatkan apa yang disediakan TUHAN sebelum dunia dijadikan dan tidaknya TUHAN menaruh dibawah kehendak seseorang. TUHAN tidak mengambil hak seseorang untuk itu berhasil dan tidaknya terletak pada pemilihan dan pengorbanan anda. Alkitab berkata: "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."
(Galatia 6:7).

4. DUNIA KEEMPAT: "ITULAH TUJUAN AKHIR INI".

Selasa, 02 November 2010

IA SEORANG PENOLONG YANG SEPADAN (PATNER KEKAL)

By. Senior Pekei
Keganjilan pada manusia lebih dahulu dirasakan oleh Sang Pencipta alam semesta. Ketika TUHAN menciptakan manusia (Adam), Ia merasa ganjil kalau tidak ada seorang yang sepadan dengan manusia sehingga inisiatif kehadiran seorang penolong yang sepadan dengan manusia datang dari Sang Pencipta. “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). TUHAN-lah yang menciptakan manusia, Ia pulalah juga yang bertanggung jawab melengkapi kekurangan pada manusia yang ganjil ini.

Dalam kemahatahuan TUHAN, Ia mengetahui lebih dahulu bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari keterikatan hukum mahluk social yang membutuhkan patner dalam berkomunikasi dan berkarya untuk kepentingan individu maupun kolektif. “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” (Kejadian 2:21, 22). Tindakan TUHAN demikian merupakan menutup pintu keganjilan yang akan menimpa pada manusia yang hidup karena TUHAN tidak mau mengecewakan manusia yang diciptakan-Nya. Yang paling uniknya, Ia tidak mengambil debu.
(Kejadian 2:23, 24) Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Sekalipun potong kecil anggota tubuh seseorang terlepas dari tubuhnya merasakan kehilangan yang vatal. Sepanjang hidupnya diliputi oleh ketidaksempurnaan yang memalukan.

IA SEORANG PENOLONG YANG SEPADAN (PATNER KEKAL)


Keganjilan pada manusia lebih dahulu dirasakan oleh Sang Pencipta alam semesta. Ketika TUHAN menciptakan manusia (Adam), Ia merasa ganjil kalau tidak ada seorang yang sepadan dengan manusia sehingga inisiatif kehadiran seorang penolong yang sepadan dengan manusia datang dari Sang Pencipta. “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). TUHAN-lah yang menciptakan manusia, Ia pulalah juga yang bertanggung jawab melengkapi kekurangan pada manusia yang ganjil ini.

Dalam kemahatahuan TUHAN, Ia mengetahui lebih dahulu bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari keterikatan hukum mahluk social yang membutuhkan patner dalam berkomunikasi dan berkarya untuk kepentingan individu maupun kolektif. “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” (Kejadian 2:21, 22). Tindakan TUHAN demikian merupakan menutup pintu keganjilan yang akan menimpa pada manusia yang hidup karena TUHAN tidak mau mengecewakan manusia yang diciptakan-Nya. Yang paling uniknya, Ia tidak mengambil debu.

(Kejadian 2:23, 24) Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Sekalipun potong kecil anggota tubuh seseorang terlepas dari tubuhnya merasakan kehilangan yang vatal. Sepanjang hidupnya diliputi oleh ketidaksempurnaan yang memalukan.