Keluarga Bahagia

Selasa, 02 November 2010

IA SEORANG PENOLONG YANG SEPADAN (PATNER KEKAL)

By. Senior Pekei
Keganjilan pada manusia lebih dahulu dirasakan oleh Sang Pencipta alam semesta. Ketika TUHAN menciptakan manusia (Adam), Ia merasa ganjil kalau tidak ada seorang yang sepadan dengan manusia sehingga inisiatif kehadiran seorang penolong yang sepadan dengan manusia datang dari Sang Pencipta. “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kejadian 2:18). TUHAN-lah yang menciptakan manusia, Ia pulalah juga yang bertanggung jawab melengkapi kekurangan pada manusia yang ganjil ini.

Dalam kemahatahuan TUHAN, Ia mengetahui lebih dahulu bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari keterikatan hukum mahluk social yang membutuhkan patner dalam berkomunikasi dan berkarya untuk kepentingan individu maupun kolektif. “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” (Kejadian 2:21, 22). Tindakan TUHAN demikian merupakan menutup pintu keganjilan yang akan menimpa pada manusia yang hidup karena TUHAN tidak mau mengecewakan manusia yang diciptakan-Nya. Yang paling uniknya, Ia tidak mengambil debu.
(Kejadian 2:23, 24) Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
Sekalipun potong kecil anggota tubuh seseorang terlepas dari tubuhnya merasakan kehilangan yang vatal. Sepanjang hidupnya diliputi oleh ketidaksempurnaan yang memalukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar